Menjadikan pembaca semakin cerdas dan bermutu.

Sabtu, 14 April 2012

Syaikh Syamsuddin al-Sumatrani



v Biografi
Syamsuddin al-Sumatrani adalah salah satu sufi Nusantara yang sering juga disebut Syamsuddin Pasai. Nama lengkapnya adalah al-Syaikh Syamsuddin ibn Abdullah al-Sumatrani. Ia berasal dari Sumatera, yang pada saat itu dikenal dengan nama Samudra Pasai. Ia hidup pada masa kerajaan Aceh Darussalam di bawah rezim Raja Iskandar Muda (1607-1636 M).
Beliau adalah penerus ajaran wujûdiyyah Hamzah Fansuri, yang pada akhirnya ajaran-ajaran beliau ditentang keras oleh Syaikh Nuruddin al-Raniri yang hidup pada masa rezim Raja Iskandar Tsani (1636-1641 M). tidak banyak refrensi yang mengetahui kapan beliau lahir dan wafat. Diperkirakan beliau lahir antara tahun 1575-1630 M. Sedangkan wafatnya beliau diperkirakan pada saat kekalahan pasukan Aceh melawan Malaka, yaitu, 12 Rajab 1039 H atau bertepatan dengan 24 Februari 1630 M.
v Pokok – pokok ajaran
Tauhid adalah ajaran pokok Syaikh Syamsuddin, yaitu tentang wujud Tuhan yang satu. Beliau merupakan penganut paham wahdat al-wujûd dan dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka kaum wujûdiyyah yang ada di Aceh. Beliau mengatakan bahwa tidak ada (sesuatu pun) dalam wujud kecuali Tuhan. Pandangan tidak ada mawjûd selain Tuhan dalam pengajaran Syaikh Syamsuddin ini disebut dengan ajaran tauhid murni atau tauhid hakiki (al-tawhîd al-khâlis).
Seperti halnya Ibn ‘Arabi, pemahaman mengenai mawjûd selain Tuhan, menekankan pemaduan antara tanzîh dan tasybîh Tuhan. Dilihat dari sisi tanzih, Tuhan harus disucikan dari kesetaraan atau kesamaan penuh dengan alam ciptaannya. Tuhan jelas berbeda dengan alam karena Tuhan adalah Zat Mutlak yang tidak terbatas yang berada di luar alam yang nisbi ini. Sedangkan dari sisi tasybihnya, harus diyakini bahwa adanya kemiripan yang tidak penuh antara Tuhan dan ciptaan-Nya. dengan kata lain Tuhan adalah identik, atau lebih tepat serupa dan satu dengan alam walaupun keduanya tidak setara karena segala sesuatu selain Tuhan tidak ada pada dirinya sendiri, ia hanya ada sejauh memanifestasikan wujud Tuhan.
Pemikiran tasawuf dari Syaikh Syamsuddin yang berkaitan dengan Tuhan dan alam adalah tentang martabat tujuh. Ketujuh martabat itu adalah martabat ahâdiyyah, martabat wahdah, martabat wâhidiyyah, martabat âlam al-arwâh, martabat âlam al-mîtsâl, martabat âlam al-‘ajsâm dan martabat âlam al-‘insân.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

© Blogger Kejora, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena