Menjadikan pembaca semakin cerdas dan bermutu.

Minggu, 17 Juni 2012

Ajaran Kristen Tentang Manusia


Oleh Daqoiqul Misbah*
*Mahasiswa UIN Syarif Jakarta

Ajaran Kristen tentang manusia adalah bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei), tetapi manusia telah memberontak dan selalu akan memberontak kepada Allah. Tujuan penciptaannya adalah agar manusia dapat bersekutu dengan Allah dan mencerminkan kemuliaan-Nya di dunia. Tetapi karena manusia berbuat dosa, maka gambar dan rupa Allah menjadi rusak. Akibatnya Allah tidak mau bersekutu dengan manusia. Kejatuhan manusia dalam dosa adalah karena manusia menuruti kehendak sendiri. Akibatnya semua manusia yang lahir dari padanya menjadi ikut berdosa. Kejatuhannya bukan karena rencana Allah, tetapi merupakan rencana iblis yang disetujui oleh manusia, sebagaimana dosa Adam dan Hawa dilakukan oleh kemauan mereka sendiri untuk tidak taat pada Allah. Akhirnya mereka diusir dari Eden (dari persekutuan dengan Allah) dan semua keturunan mereka di dunia sudah berada di bawah hukuman dosa yang membawa akibat kematian.
Manusia yang dikehendaki Allah adalah orang yang memandang kepada Yesus Kristus, karena ia adalah “Gambar Allah” yang sebenarnya. Sebaliknya, orang yang belum menerima Yesus Kristus sama saja dengan orang yang memiliki gambar dan rupa Allah yang sudah dirusak oleh dosa.
Menurut keyakinan Protestan, setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sudah menjadi ciptaan baru (“manusia baru”). Sebaliknya, manusia di dalam Adam adalah manusia lama yang menerima hukuman dosa. Cara menjadi manusia baru adalah dengan “dilahirkan kembali”, yang berarti pemberian hidup kekal kepada seseorang dari Allah melalui Yesus Kristus, beriman kepadanya, dan menerimanya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi. Istilah “kelahiran kembali” merupakan kata kiasan yang berarti “dilahirkan dari atas”, yaitu diperbaharui samasekali oleh pekerjaan Roh Kudus. Maksudnya ialah, manusia yang telah mati oleh dosa dan kesalahannya menjadi hidup kembali sebagai anak Allah, seorang yang hidup dalam hubungan yang benar dengan Bapanya.[1]



[1] Romdhon, dkk., Agama-agama Di Dunia, (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1988), hlm. 412-41

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

© Blogger Kejora, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena